KONTRIBUSI PERPUSTAKAAN TERHADAP PENINGKATAN INDEKS PRESTASI AKADEMIK DAN PENELITIAN MAHASISWA
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Perpustakaan dalam perkembangannya telah mengalami banyak perubahan. Perpustakaan merupakan sebuah simbol kemajuan peradaban umat manusia yang telah mampu memahami akan pentingnya penyimpanan berbagai informasi ilmu pengetahuan untuk kepentingan manusia.
Dalam kedudukannya di perguruan tinggi, perpustakaan pada hakikatnya merupakan suatu unit kerja yang menjadi bagian integral dari suatu lembaga induknya yang secara bersama-sama mendukung penyelenggaraaan tridarama perguruan tinggi. Kehadiran perpustakaan dalam perguruan tinggi memegang peranan yang sangat penting.
Selain sebagai salah satu syarat dibukanya sebuah program studi, perpustakaan juga menjadi salah satu tolak ukur kualitas suatu lembaga pendidikan. Perpustakaan diharapkan mampu untuk menyajikan tidak hanya buku yang dipakai dalam perkuliahan, tetapi juga referensi termutakhir yang lengkap. Sebagai salah pusat sumber informasi yang juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, perpustakaan telah menjadi sebuah pendukung tercapainya tujuan dalam dunia pendidikan. Salah satunya terhadap prestasi belajar dan pengembangan ilmu pengetahuan melalui sebuah penelitian.
Dalam meningkatkan prestasi belajar maupun untuk tujuan penelitian, mahasiswa tentunya memerlukan cukup dukungan referensi didalamnya. Namun, hidup di abad 21 yang juga disebut abad teknologi ini, membuat sebagian orang berfikir bahwa segala apa yang mereka perlukan telah dapat diakses di internet sehingga tidak memerlukan lagi yang namanya perpustakaan.
Namun satu hal yang perlu diketahui bahwa tidak semua referensi yang dibutuhkan oleh mahasiswa tersedia dengan mudah dan dapat diakses dan diperoleh secara bebas. Mengingat sebagian besar buku elektronik (e-book) yang memiliki kualitas setara dengan buku yang disediakan perpustakaan bersifat berbayar. Dengan demikian, dibutuhkan lagi cukup dana untuk dapat mengakses fasilitas atau layanan tersebut.
Begitu pula dengan suasana lingkungan belajar. Dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan belajar, tentu membutuhkan tempat yang mampu memberikan suasana belajar yang optimal dimana setiap orang bisa mendapatkan dukungan informasi yang memadai salah satunya seperti ruang baca.
Dengan berbagai keterbatasan inilah, perpustakaan dalam hal ini memiliki peran tertentu yang mampu memberikan pengaruh baik itu pada individu maupun kelompok.
Rumusan masalah
1. Apa saja fungsi dan peranan perpustakaan dalam lingkup dunia pendidikan di perguruan tinggi?
2. Bagaimana pemanfaatan perpustakan oleh mahasiswa?
3. Bagaimana pengaruh yang diberikan perpustakaan dalam pencapaian nilai akhir semester serta penelitian mahasiswa?
BAB II
PEMBAHASAN
Fungsi dan peranan perpustakaan dalam dunia pendidikan di perguruan tinggi
Perpustakaan memegang fungsi yang sangat penting dalam peradaban manusia. Tidak sedikit karya yang ada pada masa lampau yang dijadikan bahan pertimbangan dalam rangka memajukan dunia pendidikan modern seperti sekarang ini.
Perpustakaan menjadi sebuah acuan kemajuan sebuah lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi dimana lengkapnya ketersediaan literatur merupakan hal pokok yang harus ada. Terlebih lagi dengan semakin majunya perkembangan zaman, perpustakaan pun turut dituntut untuk senantiasa menyajikan hal-hal baru, baik dalam hal penyajian referensi maupun layanan perpustakaan.
Fungsi Perpustakaan di dalam perguruan tinggi
Pusat belajar dan pembelajaran (learning and studying center). Selain sebagai tempat untuk belajar dan menimba informasi, perpustakaan juga menjadi pendukung proses pembelajaraan yang ada didalam kelas. Baik itu dalam hal penyediaan bahan bacaan maupun bahan diskusi.
Pusat sumber-sumber informasi (information resources center). Seperti yang umum kita ketahui bahwa fungsi penyimpanan informasi memang telah menjadi salah satu fungsi utama perpustakaan. Perpustakaan sekarang ini tidak hanya berisi kumpulan buku, melainkan juga karya cetak yang lain seperti majalah, surat kabar, tape, film, microfilm, serta dalam bentuk digital seperti jurnal elektronik, buku elektronik, dan sebagainya yang merupakan hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pusat pelestarian ilmu pengetahuan (preservation of knowledge center). Fungsi yang satu ini menjadi sangat krusial karena pengembangan ilmu pengetahuan hari ini merupakan hasil dari ilmu pengetahuan yang telah ada sebelumnya yang tersimpan dalam berbagai bentuk koleksi di perpustakaan.
Pusat pengumpulan dan penyebaluarluasan informasi dan ilmu pengetahuan (Dissemination of knowledge and information center). Selain mengumpulkan dan menyimpan informasi, perpustakaan juga berfungsi dalam menyebarluaskan maupun mempromosikan informasi kepada pembaca atau pemustaka.
Pusat penelitian/riset (research center). Perpustakaan pada perguruan tinggi, memiliki sedikit perbedaan dengan perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah seperti SD, SMP, maupun SMA. Selain perbedaan dari segi kuantitas buku maupun topik kajiannya, hadirnya karya-karya hasil penelitian yang bersifat ilmiah juga menjadi salah satu hal penting dalam perpustakaan yang ada pada perguruan tinggi.
Selain itu, dengan ketersediaan literatur yang lengkap, perpustakaan perguruan tinggi juga sangat membantu dalam jenis penelitian kepustakaan.
Peranan perpustakaan dalam pendidikan di perguruan tinggi
Perpustakaan sebagai fasilitator pendidikan
Dalam kaitannya terhadap dunia pendidikan, tidak dapat dipungkiri bahwa sistem pendidikan yang ada pada saat ini semakin hari semakin menuntut manusia untuk lebih kreatif dan produktif.
Dalam dunia pendidikan sendiri, buku merupakan sarana yang telah terbukti memiliki daya guna dalam hal pendidikan dan komunikasi. Apalagi sekarang ini, usaha peningkatan mutu perpustakaan seperti penyediaan perpustakaan berbasis online, dan pengembangan fasilitas perpustakaan seperti penyediaan layanan jaringan internet gratis, penyediaan komputer, penggunaan pendingin ruangan, dan sebagainya, merupakan sebuah upaya untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan perpustakaan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.
George D. Kuh dan Robert Gonyea mencatat bahwa perpustakaan merupakan perwujudan fisik dari nilai-nilai inti dan aktifitas kehidupan akademik. Peranan utama perpustakaan dalam lingkup dunia akademik tidak dapat dipertanyakan lagi. Perpustakaan menjadi sangat penting dalam mewujudkan tercapainya visi dan misi sebuah perguruan tinggi.
Beberapa peneliti telah menguji hubungan antara penggunaan perpustakaan dan prestasi akademik mahasiswa dimana hasil dari penelitian tersebut menemukan korelasi yang positif dalam perencanaan mahasiswa.
Peranannya sebagai fasilitator telah menjadikan perpustakaan sebagai jembatan antara ilmuan dan mahasiswa yang pada dasarnya butuh akan ilmu pengetahuan.
Perpustakaan sebagai sarana pendidikan yang murah dan terjangkau.
Eksistensi perpustakaan dalam menanggapi realitas perbedaan yang ada di dalam sebuah lembaga pendidikan merupakan hal yang sangat penting, terutama bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan dalam kemampuan ekonomi.
Mengingat tingkatan sosial ekonomi setiap orang berbeda-beda, perpustakaan menjadi sebuah sarana yang mampu mewadahi dan menfasilitasi ketersediaan informasi yang terjangkau dan mudah bagi setiap mahasiswa. Dengan hadirnya perpustakaan, tentu akan sangat berkontribusi bagi mahasiswa yang memiliki kebutuhan besar akan banyaknya bahan bacaan namun mereka tetap bisa memperolehnya secara gratis tanpa harus membeli buku.
Terlebih jika perpustakaan menyediakan layanan internet gratis bagi para pemustaka, tentunya akan semakin memudahkan dalam menambah referensi sepeti artikel dan jurnal online, video yang bersifat edukasi dan akademik, dan sebagainya.
Dengan demikian, kedudukan perpustakaan dalam dunia pendidikan telah menjadi hal yang sangat strategis yang sebenarnya tidak hanya memberikan pengaruh pada lingkup pendidikan, tetapi juga sosial, ekonomi, dan berbagai aspek lainnya yang ada di kehidupan masyarakat. Hadirnya perpustakaan memiliki dampak besar terhadap kemajuan sistem dalam sebuah negara.
Dalam memainkan peranannya tersebut, pengelolaan perpustakaan baik dalam hal penyedian literatur maupun layanan menjadi sangat penting untuk diperhatikan dalam rangka mencapai tujuan yang sebenarnya yakni menunjang terselenggaranya Tri Dharma perguruan tinggi yaitu menyelenggarakan pendidikan, penelitan, dan pengabdian kepada masyarakat. Maka dari itu, untuk dapat bertahan di zaman yang serba mudah ini, perpustakaan juga harus tetap berusaha untuk menunjukkan eksistensi dan kelayakannya sebagai pusat sumber informasi dengan terus berbenah dan melakukan upgrade atau peningkatan mutu dengan menyeimbangkan diri dengan arus zaman yang kian hari kian pesat perkembangannya.
Pemanfaatan perpustakan oleh mahasiswa
Pemanfaatan perpustakaan sebagai tempat belajar dan ruang baca
Pemanfaatan perpustakaan merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh pengguna dengan menggunakan berbagai layanan dan fasilitas yang ada di perpustakaan. Dalam peranannya, perpustakaan memiliki beberapa fungsi umum diantaranya adalah fungsi edukasi atau pendidikan, penelitian, informasi, rekreasi, publikasi dan deposit.
Dengan berbagai fungsi ini, mahasiswa seharusnya dapat memanfaatkannya dengan baik sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai contoh, fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi dan penelitian. Seperti yang telah diketahui bahwa dalam posisi sebagai mahasiswa, tentu tidak akan pernah terlepas dari yang namanya tugas-tugas perkuliahan, baik itu makalah, presentasi, resume, dan sebagainya.
Untuk memenuhi tugas-tugas tersebut tentu mahasiswa membutuhkan bahan bacaan yang cukup banyak dan juga berbagai jenis sumber bacaan dalam mendukung argumentasinya. Dari sinilah perpustakaan berperan untuk membantu mahasiswa dalam penyediaan referensi yang beragam dalam pemenuhan tugas-tugas tersebut. Sebagaimana tujuan umum dari perpustakaan adalah pemenuhan keperluan informasi pemustaka, penyediaan bahan pustaka rujukan, serta penyediaan ruangan belajar untuk para pemakai perpustakaan.
Selain itu, dalam menujang kualitas keilmuan, sebagai mahasiswa sudah menjadi hal yang sangat wajar jika harus bergelut dengan tumpukan buku dan banyak referensi. Mengingat keberadaan mahasiswa dalam lingkup dunia akademik dimana karya yang akan mereka hasilkan nantinya, baik itu lisan maupun tulisan, tentunya juga harus bersifat akademik. Pendidikan di perguruan tinggi jelas memerlukan banyak buku sebab tanya-jawab isi dan kegiatan belajar banyak diserahkan kepada mahasiswa sebagai orang sudah mampu berpikir dan merintis hidupnya sendiri. Dengan kata lain, mahasiswa dituntut belajar secara mandiri dan dewasa. Dan dalam mencapai kemandirian dan kedewasaan dalam belajar itu dapat dicapai bila mahasiswa mengarahkan kemanpuan dan kesempatannya membaca buku 8 jam setiap hari, sehingga mampu membaca 1.500 halaman buku perminggu (6 hari), dimana hal ini dimaksudkan agar mahasiswa menguasai ilmu pengetahuan, mengembangknnya dan mengabdikannya untuk kepentingan kemanusiaan.
Pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang interaksi komunitas akademik
Ada sebuah kehawatiran dimana eksistensi perpustakaan di era global saat ini mulai meredup dan sepi peminat. Hal ini disebabkan karena semakin mudahnya akses informasi yang ada sehingga tidak lagi perlu untuk berkunjung ke perpustakaan.
Walaupun demikian, tidak banyak yang tahu bahwa selain berfungsi sebagai ruang baca dan pusat koleksi informasi, perpustakaan juga merupakan sebuah tempat berkumpulnya mahasiswa dalam konteks akademik. Interaksi yang terdapat dalam lingkungan perpustakaan dapat membangun hubungan positif dalam hal pertukaraan ide atau informasi antar mahasiswa.
Pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat penelitian dan pengkajian pustaka
Saat memasuki tingkatan akhir sebuah studi, mahasiswa tentu akan dihadapkan dengan yang disebut penelitian. Apapun jenis penelitian itu, terlebih jika penelitian tersebut merupakan penelitian pustaka, tentu akan memerlukan bahan referensi yang cukup. Penggunaan berbagai sumber ini bukan semata untuk mempertebal hasil penelitian nantinya. Melainkan untuk mendukung hipotesis, diperlukan landasan yang cukup kuat dari berbagai referensi agar nantinya mampu menghasilkan sebuah karya yang ilmiah dan berkualitas.
Perpustakaan di perguruan tinggi biasanya melakukan pembedaan terhadap informasi berdasarkan kebutuhan pemustaka. Namun jika dilihat dari rantai komunikasi ilmiah, jenis sumber informasi ilmiah dapat dibedakan sebagai berikut:
Pra-literatur yakni riset yang sedang atau akan berjalan
Literatur primer yakni karya yang diterbitkan pertama kali dari penerbit atau sumbernya secara lengkap dan asli seperti artikel jurnal, laporan penelitian/survei dan monografi riset, makalah konferensi, disertasi, literatur niaga, dan sebagainya.
Literatur sekunder yakni segala keterangan, tulisan yang dapat digunakan untuk membuka informasi primer seperti majalah indeks, survei literatur, majalah abstrak, ensiklopedi, buku pegangan (handbook), kamus, dan sebagainya.
Literatur tersier yakni keterangan, tulisan pada sumber tertentu yang dapat digunakan untuk menelusuri informasi sekunder, seperti pedoman literatur dan bibliografi.
Berbagai sumber yang telah disebutkan diatas, dapat dimanfaatkan dan dijumpai di perpustakaan perguruan tinggi atau universitas selama pengelola perpustakaan mampu melakukan peranannya dengan baik.
Pengaruh perpustakaan dalam pencapaian nilai indeks prestasi serta penelitian mahasiswa.
Pengaruh perpustakaan terhadap peningkatan nilai indeks prestasi belajar mahasiswa
Menjadi sosok mahasiswa yang ideal memang tidak bisa terlepas dari salah satu syarat yang disebut dengan indeks prestasi.
Walaupun apa yang kebanyakan orang mempersepsikan bahwa tidak selamanya memiliki ipk atau indeks prestasi kumulatif yang tinggi itu adalah jaminan untuk diterima dalam sebuah pekerjaan, namun setidaknya memiliki ipk yang tinggi bisa memudahkan mahasiswa dalam berbagai keperluan, baik yang berkaitan dengan akademik maupun yang berhubungan dengan dunia pekerjaan pada nantinya.
Selain menjadi sebuah kebanggaan dan pemicu semangat belajar, tingginya nilai ipk juga secara tidak lansung dapat memuluskan setiap langkah mahasiswa yang bercita-cita melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa. Pada umumnya, untuk dapat lulus dalam sebuah seleksi penerimaan beasiswa, terkadang nilai ipk menjadi salah satu hal yang sangat dipertimbangkan disamping beberapa syarat lain.
Ipk setidaknya mampu menjadi gambaran bagi para selektor tentang kondisi belajar mahasiswa tersebut. Selain itu, keuntungan lain yang dimiliki oleh mahasiswa yang memiliki nilai ipk yang tinggi adalah mampu meberikan kebanggaan terhadap orang tua dan juga terlepas dari acaman drop out atau DO jika mahasiswa yang bersangkutan dalam kurun waktu tertentu memiliki indeks prestasi kumulatif dibawah standar yang telah ditentukan.
Maka dari itu, pencapaian sebuah ipk yang tinggi bukanlah sesuatu yang hanya bersifat hitam diatas putih saja, tapi lebih dari itu ipk merupakan sebuah gambaran sederhana tentang sebuah pencapaian studi seorang mahasiswa. Tinggi rendahnya nilai ipk tentu didukung oleh beberapa faktor. Baik faktor yang berasal dari luar (external factor), maupun faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa (internal factor). Perpustakaan merupakan salah satu faktor luar yang turut memengaruhinya.
Efektifitas perpustakaan sering diukur berdasarkan dari jumlah volume material-material yang disediakan perpustakaan untuk pengguna, jumlah penggunaan layanan dan sumber-sumbernya, serta kuantitas pengunjung perpustakaan. Sangat sedikit penelitian yang membahas tujuan dari pengunjung itu sendiri. Ini mungkin dikarenakan perpustakaan memainkan peranannya secara tidak lansung dalam memberikan kontribusi nya.
Namun dalam beberapa penelitan yang berkaitan dengan prestasi belajar, perpustakaan merupakan salah satu faktor luar yang memiliki pengaruh besar terhadap prestasi belajar seseorang. Seperti yang diungkapkan oleh Krista M.Soria, Jan Fransen, dan Shane Nackerud dalam penelitian kelompoknya yang berjudul Library Use and Undergraduate Student Outcomes: New Evidence for Studets’ Retention and Academic Success pada tahun 2013, menyimpulkan bahwa secara statistik perbedaan signifikan dari akumulasi ipk antara mahasiswa tahun pertama yang menggunakan layanan perpustakaan dengan mahasiswa yang tidak menggunakan layanan perpustakaan sama sekali memiliki hasil yang berbeda. Dimana rata-rata nilai ipk mahasiswa yang menggunakan perpustakaan adalah 3.18 sedangkan mahasiswa yang tidak menggunakan perpustakaan hanya memiliki rata-rata nilai ipk 2.98.
Hasil penelitian yang juga dilakukan yang dilakukan oleh Singgy Eldrints Kembey yang telah diterbitkan menjadi sebuah jurnal pada tahun 2006 dengan judul penelitiannya Kontribusi Upt Perpustakaan UNSRAT Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa pada program studi ilmu pepustakaan dan informasi Unsrat, menyebutkan pada bagian hasil dan pembahasannya bahwa dari wawancara yang dilakukan terhadap 11 informan mahasiswa, upt perpustakaan unsrat mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa berupa layanan sumber artikel ilmiah, fasilitas internet, layanan penyedia informasi khusus bagi mahasiswa yang mencari referensi untuk keperluan tugasnya, dan juga menjadi laboratorium bagi prodi ilmu perpustakaan.
Dari sini dapat dilihat bahwa perpustakaan semakin memperkuat perannya terhadap kemajuan suatu lembaga pendidikan.
Demikian pula penelitian yang dilakukan oleh Ni Luh Dianti Prayantini, jurusan pendidikan ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha di Singaraja. Dari hasil penelitiannya yang berjudul Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan UNDIKSHA Dalam Menunjang Prestasi Belajar Mahasiswa, ia menemukan bahwa dari pemanfaatan perpustakaan oleh mahasiswa baik secara total maupun perindokator memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi UNDIKSHA.
Besar pengaruh dibuktikan dengan hasil pengelolaan data kuantitatif dimana perpustakaan memiliki pengaruh sebanyak 33,5% terhadap prestasi belajar mahasiswa dan sisanya 66,5% merupakan pengaruh faktor-faktor yang lain.
Dari beberapa penelitian tersebut, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa perpustakaan mampu memainkan peranannya dengan sangat baik dalam mendukung mahasiswa dalam tercapainya prestasi belajar. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar yang dialami beberapa mahasiswa pengguna layanan perpustakaan.
Pengaruh perpustakaan terhadap penelitian mahasiswa
Teknologi informasi dan komunikasi serta segala kemudahnnya yang dapat setiap orang rasakan hari ini merupakan buah manis dari ilmu pengetahuan masa lalu yang telah mengalami perkembangan melalui berbagai penelitian. Tentu jika berbicara masalah penelitian, tidak bisa terlepas dari yang disebut lireatur review (tinjauan pustaka) sebagai landasan yang membangun dan memperkuat penelitian.
Mahasiswa sebagai calon peneliti dan ilmuan, tentu perlu memahami akan pentingnya tinjauan literatur dalam penelitiannya.
Dalam kaitannya terhadap pengaruh yang diberikan perpustakaan terhadap penelitian, perpustakaan biasanya mengkategorikan informasi berdasarkan penggunanya. Kebutuhan mahasiswa S1 yang masih melansungkan studi dan mahasiswa S1 yang akan menyelesaikan studinya sehingga akan melalui tahapan penelitian tentu berbeda. Bagi mahasiswa S1 yang masih sementara menjalangkan studi dan belum memasuki tahap penelitian, kebutuhannya akan referensi biasanya terbatas pada buku teks yang berkaitan bidang studinya.
Sedangkan mahasiswa yang sedang dalam tahap penelitian kebetuhunnya akan lebih dari sekedar buku teks tapi juga referensi lain dalam bentuk hasil penelitian seperti skirpsi, thesis, disertasi, dan sebagainya.
Karena, penelitian pada dasaranya membutuhkan informasi spesifik, mendalam, dan mutakhir karena sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian turut mempengaruhi tinggi rendahnya bobot ilmiah hasil penelitian. Pengaruh perpustakaan sebagai penyedia informasi setidaknya dapat menghemat waktu peneliti dalam ketersedian referensi serta dapat meminimalisisir kemungkinan peneliti mengadakan penelitian yang identik atau sama persis dengan yang telah dilakukan oleh peneliti lain sebelumnya terutama dalam hal pemilihan judul sehingga tidak terjadi penggandaan maupun tuduhan duplikasi.
BAB III
PENUTUP
Simpulan
Perpustakaan merupakan pusat perkembangan ilmu pengetahuan. Perpustakaan memiliki beragam fungsi dan peranan dalam dunia pendidikan utamanya pendidikan di perguruan tinggi.
Dalam melaksanakan berbagai fungsi dan peranan tersebut, perpustakaan memerlukan usaha yang maksimal agar senantiasa dapat menunjukkan pentingnya eksistensnya di era global. Melihat sejahuh ini, perpustakaan telah banyak berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan bahkan tekhnologi yang bisa setiap orang nikmati hari ini.
Demikian halnya dengan kontribusi perpustakaan terhadap individu maupun kelompok mahasiswa dalam meningkatkan indeks prestasi maupun penelitian mahasiswa. Perpustakaan merupakan salah satu faktor luar yang menunjang keberhasilan belajar seseorang, ditinjau dari segi fungsi dan peran perpustakaan maupun dari aspek lain yang merupakan dampak dari hadirnya perpustakaan.
Implikasi
Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan diatas menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki kontribusi yang besar terhadap prestasi belajar dan penelitian mahasiswa. Kontribusi tersebut ada yang berupa kontribusi lansung seperti penyediaan literatur dan pelayanannya, serta kontribusi tidak lansung seperti membantu mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun waktu dalam pemenuhan sarana belajar seperti buku, internet, dan sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
STAIN Parepare. 2013. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Edisi Revisi. Parepare:STAIN.
Achmad,Thalha. 2009. “Peranan Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca dan Kreatifitas Mahasiswa” Makalah yang disajikan dalam kegiatan pengenalan pustaka dan gerakan cinta membaca di perpustakaan Utsman Bin Affan UMI: Makassar, 2009.
Jamaluddin. 2013. “Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan Terhada Prestasi Belajar Mahasiswa di Universitas Hasanuddin” Jurnal Perpustakaan Informasi dan Komputer.https://mail-attachment.googleusercontent.com/attachment/x15 (9 april 2016).
M.Soria, Krista, Jan Fransen, dan Shane Nackerud. 2013. “Library Use and Undergraduate Student Outcomes: New Evidence for Studets’ Retention andAcademic Success,” Libraries and the Academy, vol.13 no.2 (2013). Conservancy.umn.edu/handle/11299//143312 (Diakses 29 maret).
Kembey, Singgy Eldrints. 2016. “kontribusi upt perpustakaan unsrat dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pada program studi ilmu pepustakaan dan informasi Unsrat,” Acta Diurna volume v.ejournal.unsrat.ac.id/index.php/actadiurna/article/view/10932/10521 (9 april).
Ningsih, Vivi Mulya. 2012. “101 Keuntungan punya ipk tinggi,” Blog Vivi Mulya Ningsih. www.vivimulya.com/2012/07/101-keuntungan-punya-ipk-tinggi.html (29 maret).
Siregar, A.Ridwan. 1998. “Perpustakaan Sebagai Pusat Sumber Informasi Penelitian,” Blog A. Ridwan Siregar. respository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1799/1/infoPen.html (9 april)
Wells, Jennifer. 2013. ”The Influence of Library Usage On Undergraduate Academic Success,” Australian Academic & Research Libararies, (maret 2016), h. 2. http://www.tandfonline.com/loi/uarl20 (Diakses 29 maret)
Sumber gambar :
http://www.hariansejarah.id/2016/12/5-perpustakaan-kuno-yang-begitu-megah.html?m=1
http://www.cadence-group.com/career-as-a-librarian/
Hak cipta milik Author
Rahmayani Ahmad dan Perpustakaan STAIN Parepare
Harap mencantumkan sumber pengutipan
visitrahma©

Komentar
Posting Komentar