MENJADI PRODUKTIF: MEMAHAMI MAKNA PRODUKTIVITAS DARI SISI LAIN

Berbicara tentang produktivitas tidak akan lepas dari berbagai makna yg disematkan padanya seperti mencapai sesuatu, membuahkan hasil, ataupun mendatangkan manfaat.

Yah, menurut arti kamus nya, produktivitas memang berarti bersifat mampu menghasilkan. Menurut Herjanto, produktivitas adalah ukuran yg menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yg optimal. Artinya, kita bisa mengukur pencapaian seseorang dari seberapa produktif ia menjalani pekerjaannya.

Menjadi produktif setiap hari, bahkan setiap detik nya ada sebuah tuntutan. Bahkan Al-Qur'an sendiri menerangkan dalam beberapa Ayatnya tentang ini

“Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul Nya, serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaan mu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Allah memberitakan kepada mu apa yang telah kamu kerjakan’ ”. (Qur’an surah at Taubah ayat 105)

Atau dalam Qur'an surah al-Insyirah ayat 7 yg artinya:
"Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan lain)"

Dari ayat-ayat ini kita bisa menelaah bahwa, Menjadi produktif adalah tentang meletakkan prioritas untuk melakukan suatu pekerjaan dengan mengisi luangnya waktu dengan sesuatu yg bermanfaat agar waktu tidak terbuang sia-sia.

Secara sederhana kita diperintahkan agar membuat setiap detiknya menjadi bermanfaat. Makes every second count. Seperti pepatah barat, time is money. Tapi bagi seorang Muslim, time is more than money. It is sword alias pedang yang bisa membunuh setiap saat orang yang menyia-nyiakan nya.

Kita mungkin sering memperhatikan, orang yang sering menunda-nunda pekerjaan nya, akan kalap alias panik saat deadline sudah didepan mata. Terlebih jika hal itu berhubungan dengan sesuatu yg sangat penting.

Maka tak jarang kita melihat si "penunda" ini akan menyesali perbuatannya karena mem-postpone sesuatu yg ia harusnya lakukan saat itu juga.

Menurut Abdul Aziz, seorang blog writer, juga mengungkapkan bahwa, produktivitas berkaitan erat dengan management (pengaturan). Seseorang tidak bisa mengerjakan dua hal sekaligus dalam waktu bersamaan. Yang artinya kita hanya bisa fokus melakukan satu hal di suatu waktu. Akan tetapi, pekerjaan itu dikerjakan secara simultan, dimana saat kita mengerjakan sesuatu, kita dapat memulai pekerjaan yang lain tanpa harus menunggu yg sebelumnya tepat selesai. Hal ini dilakukan untuk sekali lagi, Makes every second count.

Ia pun juga menyatakan bahwa, orang yg produktif sama sekali berbeda dengan orang yg sibuk. Menurutnya, Orang yang sibuk membuat list-list target/urusan yang banyak. Sedangkan orang yang produktif menyusun prioritas-prioritas, sehingga memudahkan dalam pengerjaan urusan-urusannya. Produktif adalah bagaimana kita mengambil metode-metode efektif dalam pemecahan urusan-urusan kita dalam sehari-hari.

Hal lain yang turut menjadi perhatian saat kita berbicara tentang produktif ini adalah Jobless (alias nganggur). Banyak orang berfikir bahwa saat mereka tidak punya pekerjaan untuk dilakukan maka ia menjadi tidak produktif. Contoh saja, tuduhan terhadap aktivitas shalat, mengaji, dzikir, dll. Yang dilakukan umat Muslim yang terkadang dianggap membuang waktu sehingga menjadikan seseorang tidak produktif.

Sebenarnya bukan hanya pandangan luar, tak jarang kita pun sebagai muslim tak sedikit yg berfikiran demikian. Dimana mungkin saja kita terlalu memprioritaskan pekerjaan karena dianggap lebih menghasilkan. Atau kita hanya menyebut diri kita bekerja jika kita melakukan hal yang berhubungan dengan menghasilkan kapital atau benefit.

Padahal sebenarnya, justru pada saat kita melakukan ibadah lah kita menjadi sangat produktif. Bagaimana tidak, kehidupan yang diberikan secara gratis kita balas dengan wujud terima kasih yang sebenarnya belum sebanding dengan pemberian itu. Selain itu, point reward (pahala) yang langsung masuk ke kas pribadi kita dalam sedetik hanya dengan syarat kita melakukan nya dengan ikhlas dan benar.
Belum lagi berkah dalam hidup dan hadiah gugurnya dosa dalam setiap gerakan sujud dan rukuk. Bukankah itu adalah sesuatu yang paling produktif?
Dimana pekerjaan dan hasil pekerjaan bisa kita nikmati saat itu juga, sampai ke alam kubur bahkan hingga akhirat (short-long term benefit).

Olehnya itu, melalui tulisan ini, saya sebenarnya hanya ingin memberikan sedikit gambaran bahwa produktif tidak selamanya menghasilkan materi, karena seperti pengertian nya diatas tadi bahwa produktif adalah tentang menghasilkan sesuatu atau mendatangkan manfaat. Jangan sampai kita terjebak dengan istilah produktivitas ini sehingga menjadikan kita Capital Oriented atau sekedar mengukur produktivitas hanya pada hal-hal yang bersifat manifestasi fisik saja.

Terimakasih
Semoga bermanfaat
Wassalam

Copyright@
visitrahma@blogspot.com
Author: rahmayaniahmadd

Komentar

Postingan Populer