THE TWO COMPANIONS
Ilustrasi: https://altsaqafah.id/
Kembali lagi ke tempat ini. Tempat dimana aku pertama kalinya menulis artikel "Secangkir Cappuccino Mahasiswa Semester Akhir" dalam blog visitrahma.blogspot.com, blog yang pertama kali aku buat setelah terinspirasi sosok seorang influencer cantik yang sempat membuat takjub akan karya-karya nya.
Hari ini, aku kembali memesan secangkir cappuccino panas, berharap hangat kopi dan manis nya krim kembali membuka ruang inspirasi ku untuk menulis.
Seperti judul, kali ini aku akan menulis sesuatu tentang dua sosok yang telah lama ku kagumi diantara sahabat-sahabat Rasulullah saw. Yah, mereka adalah Umar r.a dan Abu Bakar r.a.
Menyebut nama keduanya mengarahkan fikiran ku pada dua karakter berbeda. Masing-masing dari mereka memiliki ciri khas dan keistimewaannya.
Umar, dengan gagah dan keberaniannya menegakkan keadilan membuatnya dijiluki Al-Faruq, sang pembeda. Sejak memeluk Islam, karakter tegas dan keras Umar memang tidak berubah. Akan tetapi cahaya Islam telah membawanya mengarahkan kekuataan itu pada kebenaran. Hingga Tak Ada Seorang pun yang bahkan berani menghalanginya untuk hijrah bersama Rasulullah.
Umar, dengan gagah dan keberaniannya menegakkan keadilan membuatnya dijiluki Al-Faruq, sang pembeda. Sejak memeluk Islam, karakter tegas dan keras Umar memang tidak berubah. Akan tetapi cahaya Islam telah membawanya mengarahkan kekuataan itu pada kebenaran. Hingga Tak Ada Seorang pun yang bahkan berani menghalanginya untuk hijrah bersama Rasulullah.
*** Aku kembali pada kopi yang ku pesan. Masya Allah, rasanya masih seistimewa beberapa Tahun yang lalu. Aku sebenarnya bukan tipe anak yang hobi ke cafe. Hanya karena kali ini rasanya sedikit rindu dg Cappuccino, aku menyempatkan diri kembali ke tempat ini.
Kembali lagi tentang Umar. Mungkin aku tak perlu berpanjang lebar menceritakan siapa Umar dan bagaimana sosok dan peranannya dalam Islam. Ia adalah satu dari sekian kontributor yang berjasa atas agama ini. Dalam masa pemerintahannya, ia mampu membawa Islam tersebar luas. Prestasinya sebagai pemimpin tak lagi diragukan. Telah banyak literatur yang menceritakan sosoknya seperti apa dan bagaimana. Hanya saja, ditulisan ini saya hanya ingin mengungkap kekaguman pribadi terhadap nya. Sosoknya banyak mengispirasi diri ini dalam berbuat lebih besar lagi untuk Islam, sesuatu yang masih tak jarang ku nomor duakan ketimbang ego dan ambisi duniawi ku.
Selanjutnya, Abu bakar Ash-shiddiq. Yah, Abu bakar. Berbicara tentang Abu bakar, kesan pertama tentangnya adalah sifat tenang, sabar, dan tentu beliau yang Ash-shiddiq, dimana ia digelari demikian karena kepercayaanya pada Rasulullah yg tanpa keragu2an sedikitpun. Ia adalah sosok yg menenangkan Umar yang dilanda kesedihan yang mendalam saat Rasulullah saw wafat. Ketegasannya memerangi mereka yg murtad sepeninggal Rasulullah menjadikan ia Salah satu dari sosok-sosok terdepan yang memperjuangkan agama.
Persahabatan kedua sosok ini tentu bukan karena kepentingan Dunia. Mereka saling mensupport dan mencintai Karena Allah. Kecintaan mereka terhadap Rasulullah pun tak lagi diragukan. Pengorbanan mereka atas Islam pun bukan lah sedikit. Abu bakar bahkan menginfakkan seluruh hartanya dijalan Allah. Mereka adalah the great people.
I know, dikondisiku saat ini, jangan kan kontribusi, menjaga diri dari kemaksiatan pun rasanya masih sulit. Menghindarkan diri dari dosa-dosa kecil saja masih setengah mati. Sungguh, diri ini tak layak berbahagia dan berbangga diri jika tak mampu memberi arti terhadap hidup ini.
My wish, by writing this article, it will always remind me about my real goal in this world.
Copyright@visitrahma.2020
Selanjutnya, Abu bakar Ash-shiddiq. Yah, Abu bakar. Berbicara tentang Abu bakar, kesan pertama tentangnya adalah sifat tenang, sabar, dan tentu beliau yang Ash-shiddiq, dimana ia digelari demikian karena kepercayaanya pada Rasulullah yg tanpa keragu2an sedikitpun. Ia adalah sosok yg menenangkan Umar yang dilanda kesedihan yang mendalam saat Rasulullah saw wafat. Ketegasannya memerangi mereka yg murtad sepeninggal Rasulullah menjadikan ia Salah satu dari sosok-sosok terdepan yang memperjuangkan agama.
Persahabatan kedua sosok ini tentu bukan karena kepentingan Dunia. Mereka saling mensupport dan mencintai Karena Allah. Kecintaan mereka terhadap Rasulullah pun tak lagi diragukan. Pengorbanan mereka atas Islam pun bukan lah sedikit. Abu bakar bahkan menginfakkan seluruh hartanya dijalan Allah. Mereka adalah the great people.
I know, dikondisiku saat ini, jangan kan kontribusi, menjaga diri dari kemaksiatan pun rasanya masih sulit. Menghindarkan diri dari dosa-dosa kecil saja masih setengah mati. Sungguh, diri ini tak layak berbahagia dan berbangga diri jika tak mampu memberi arti terhadap hidup ini.
My wish, by writing this article, it will always remind me about my real goal in this world.
Copyright@visitrahma.2020


Komentar
Posting Komentar