KORUPSI DAN PERAN PEMUDA UNTUK SOLUSI ANTI ILUSI

Beberapa waktu belakang, kita kembali dihebohkan perkara kasus korupsi. Semakin menyedihkannya karena faktanya ini bahkan terjadi di tengah kondisi sulit seperti pandemi saat ini. 

Dilain sisi, “kabar duka” juga datang dari tubuh lembaga pemberantasan korupsi. 

Kasus penonaktifan 75 pegawai KPK dinilai sebagai #SkandalNasional dan menuai banyak perhatian terlebih terhadap konten pertanyaan dalam TWK yang dinilai banyak pihak banyak mengandung bias dan tidak mencerminkan pertanyaan wawasan kebangsaan. 

Melihat semrawutnya pemberantasan korupsi di Indonesia yang sampai hari ini tak kunjung selesai, Sudah seharusnya menjadi refleksi dan evaluasi pada sistem yang diterapkah hari ini. 

Korupsi dan krisis multidimensi yang lain adalah cerminan sistem yang buruk dan hal ini jarang menjadi pusat perhatikan karena kebanyakan hanya berharap pada solusi-solusi permukaan seperti ganti rezim, kampanye anti korupsi, dan lainnya sebagaimana yang sudah menjadi ciri khas dari sistem sekuler hari ini.

--------
Memberantas Korupsi bukanlah kemustahilan
---------

Usaha pemberantasan korupsi pun juga tidak bisa dikatakan hal yang mustahil dilakukan. Mengingat korupsi ini sangat ditentukan oleh sistemnya, maka solusinya bukan hanya sekedar menanggalkan sistem yang justru memuluskan tindakan korupsi, tetapi juga menggantinya dengan sistem yang benar-benar anti terhadap korupsi.

Islam sebagai akidah yang memancarkan sistem, tidak memberikan celah sedikitpun bagi siapapun untuk melakukan korupsi. Mengapa? Tentu karena mekanisme didalamnya yang diatur sesuai dengan hukum islam.

Pencegahan perilaku korupsi dimulai dari aspek yang paling mendasar yakni dengan penanaman iman dan takwa kepada setiap individu. Ketakwaan menjadi aspek standar dalam pemilihan pejabatnya. Hal ini jauh bertolak belakang jika kita mengambil contoh pada standar yang ditetapkan KPK hari ini yang menyebabkan penonaktifan 75 pegawainya. 

Dalam aspek ketakwaan sendiri, memang akan jauh ber-impact jika dibarengi dengan keteladanan dari sosok pemimpin. Pemimpin yang hanya takut pada Allah swt, memiliki integritas dan komitmen memberantas korupsi. 

Pencegahan berikutnya adalah perhatian terhadap kesejahteraan pegawai dalam bentuk upah yang layak serta audit kekayaan pejabat secara berkala untuk melihat adanya indikasi pertumbuhan kekayaan yang tidak wajar.

Demikian halnya dengan upaya penanganan dengan pemberian hukuman yang seharusnya membuat jera, dan bukan sebaliknya. 

Kita tentu tidak heran melihat pertumbuhan pesat korupsi di Indonesia, dimana salah satu faktornya bisa dipicu dari hukuman yang tidak membuat jera dan justru membuat para koruptor makin nyaman dengan berbagai fasilitas mewah dalam lapas.

-------------
Peran pemuda Islam untuk solusi anti ilusi
-------------
Bagaimana kira-kira peran pemuda islam dalam hal pemberantansan korupsi?

Peran kita sebagai pemuda islam tentu sangat vital sebagai pembentuk opini yang terus menyuarakan Islam sebagai solusi utama dan bukan mencari alternatif yang lain. Pemuda berperan penting dalam memberikan stimulus agar masyarakat sadar dan peduli pada permasalahan bangsa dan betapa berbahaya nya bersikap apatis. 

Karakteristik pemuda yang selalu menjadi pelopor perubahan mampu mendorong usaha ini lebih optimal. Pun, dizaman teknologi, Potensi pemuda islam hari yang mengusasai dunia digital tentu sangat besar. Dan potensi ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam perjuangan kebangkitan islam.

Hanya saja, perlu usaha yang maksimal agar pemuda Islam yang menjadi agen perubahan inipun memiliki inisiatif dan tergerak hatinya untuk bangkit dan memperjuangkan agamanya. 

Olehnya itu, pemberantasan korupsi sejatinya bukanlah ilusi selama sistemnya adalah Islam yang diterapkan secara kaffah. 
Walahu a’lam bisshawab.

Referensi: Buletin Dakwah Kaffah
@visit.rahma

Komentar

Postingan Populer