VIRUS BULLIYING YANG MEMBUDAYA, SINYAL KUAT RUSAKNYA PERADABAN
Fenomena bulliying dalam lingkungan pendidikan telah menjadi pekerjaan rumah yang sampai hari ini tak kunjung tuntas. Hampir setiap hari, baik di dunia nyata maupun maya kita mendengar kasus pelajar depresi hingga bunuh diri karena perundungan.
Data KPAI pada tahun 2022 menyebutkan setidaknya ada 226 kasus kekerasan fisik, psikis, termasuk perundungan (Kompas, 2022). Mendikbud, Nadiem Makarim, mengatakan bahwa sebesar 24,4 persen dari peserta didik berpotensi mengalami insiden perundungan.
Di dunia maya pun tak lekang oleh perundungan. Berdasarkan data dari UNICEF tahun 2022 setidaknya ada 45% jumlah korban untuk kasus Cyberbulliying di Indonesia.
Apa sih bulliying itu?
Bulliying alias penindasan, perundungan, perisakan, atau pengintimidasian adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku demikian dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu; mungkin atas dasar tertentu. Bulliying terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosi, fisik, verbal, dan media siber atau yang biasa disebut sebagai Cyberbulliying.
Bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dengan tujuan menyakiti atau mengintimidasi orang lain. Ini bisa berupa kekerasan fisik, verbal, sosial, atau bahkan cyberbullying. Dalam Islam, perilaku seperti ini jelas bertentangan dengan ajaran Al-Qur'an dan Hadits yang menekankan pentingnya akhlak mulia dan saling menghormati.
Islam mengajarkan kita untuk berperilaku baik terhadap sesama. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
"Dan janganlah kamu meremehkan satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS. Al-Hujurat: 11)
Hadits Nabi Muhammad SAW juga menegaskan pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik:
"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya; dia tidak menzhaliminya, tidak membiarkannya (terlantar), dan tidak merendahkannya." (HR. Muslim)
Fakta Riset di Instagram
Dari riset sederhana yang saya lakukan di Instagram, dari beberapa responden survei, sebanyak 67% siswa mengaku pernah mengalami bullying setidaknya sekali selama mereka bersekolah, sementara 33% lainnya sering mengalaminya. Data ini menegaskan bahwa bullying adalah masalah yang luas dan butuh perhatian serius dari semua pihak yang terlibat dalam pendidikan.
Mengapa bulliying terjadi?
Perundungan bisa terjadi kapan dan dimana saja. Banyak faktor yang melatar belakangi. Berdasarkan hasil analisa dari penelitian ani sarifah hidayanti UM surakarta, faktor-faktor seperti kondisi keluarga (tidak harmonis, minimnya keteladan dari orang tua, hubungan anak-orang tua yang buruk, dsb.), lingkungan pertemanan (pengaruh negatif kelompok teman sebaya) , serta peran media (tayangan kekerasan, penyebaran informasi palsu, dsb.) menjadi hal dominan yang memicu terjadi nya perilaku bullying.
Bullying di sekolah adalah masalah serius yang nggak boleh kita anggap remeh. Sebagai seorang blogger pendidikan dan pemerhati masalah ini, aku sering banget dapet cerita dari siswa, orang tua, dan guru tentang dampak buruk bullying. Dari riset yang aku lakukan di Instagram, hasilnya cukup mengejutkan: dari ratusan responden, 67% siswa mengaku pernah mengalami bullying, sementara 33% sisanya sering mengalaminya. Angka ini benar-benar mengkhawatirkan, dan sebagai umat Islam, kita punya tanggung jawab untuk mengatasi masalah ini sesuai ajaran agama kita.
Pelaku bullying seringkali mencari cara untuk mendominasi atau mengontrol orang lain. Selain itu, budaya sekolah atau kelompok teman yang nggak mendukung inklusi dan keragaman bisa memperparah perilaku bullying. Ketika nggak ada pengawasan yang memadai dari orang dewasa, perilaku bullying bisa lebih mudah terjadi. Pelaku bullying mungkin punya masalah pribadi seperti stres di rumah atau masalah emosional yang nggak terselesaikan.
Pada kasus serius, bullying bisa punya dampak jangka panjang pada korban seperti depresi, kecemasan, rendah diri, masalah tidur, sakit kepala, gangguan makan, penurunan motivasi belajar dan kinerja akademik, serta kesulitan dalam membangun dan mempertahankan hubungan.
Gimana cara mengatasi bullying?
Dalam hal upaya preventif, sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan. Termasuk salah satunya menanamkan aqidah Islam sedari dini pada anak-anak agar tindak tutur mereka bisa berpegang pada syariat agama yang mengharamkan perbuatan yang mungkar.
Selain itu, perlu juga membangun kesadaran semua pihak untuk tidak menganggap remeh perbuatan yang demikian. Edukasi siswa, guru, dan orang tua tentang apa itu bullying, dampaknya, dan cara mengidentifikasinya. Dalam Islam, kita diajarkan untuk jadi pribadi yang berilmu dan memahami hak serta kewajiban kita terhadap sesama. Sekolah pun harus punya kebijakan yang jelas dan tegas terhadap bullying, termasuk prosedur pelaporan dan tindakan yang akan diambil. Prinsip keadilan dalam Islam mengajarkan kita untuk menegakkan kebenaran dan mencegah kezaliman.
Menciptakan budaya sekolah yang menghargai keragaman dan inklusivitas. Islam mengajarkan kita untuk hidup dalam keberagaman dan saling menghormati. Guru harus dilatih untuk mengenali tanda-tanda bullying dan intervensi yang efektif. Dalam Islam, guru adalah teladan bagi muridnya, dan mereka harus punya akhlak yang baik serta kemampuan untuk menuntun siswa menuju kebaikan. Orang tua harus dilibatkan dalam upaya mengatasi bullying, termasuk memahami tanda-tanda bahwa anak mereka mungkin mengalami atau melakukan bullying. Keluarga dalam Islam adalah unit utama yang mendidik dan melindungi anak-anaknya.
Dan yang tak kalah pentingnya adalah memberikan dukungan emosional dan psikologis bagi siswa yang jadi korban bullying. Konseling dan dukungan sebaya bisa sangat membantu. Islam menganjurkan kita untuk saling membantu dan memberikan dukungan kepada yang membutuhkan.
Mari kita bersama-sama menciptakan perubahan positif demi masa depan yang lebih baik dan penuh berkah bagi generasi mendatang.
Copyright @visitrahma.2023
Referensi:
Rachmawati (2022) Kasus "bullying" Yang Tewaskan siswa SD di tasikmalaya, Kpai Menduga Pelaku terpapar Konten Pornografi Halaman all, KOMPAS.com. Kompas.com. Available at: https://regional.kompas.com/read/2022/07/24/060600878/kasus-bullying-yang-tewaskan-siswa-sd-di-tasikmalaya-kpai-menduga-pelaku?page=all#:~:text=Data%20KPAI%20pada%20tahun%202022,fisik%2C%20psikis%2C%20termasuk%20perundungan. (Accessed: October 17, 2022).
Dwiwa (2022) Mendikbud Nadiem menyebut angka bullying Pelajar Indonesia masih tinggi, MainMain.id. Available at: https://www.mainmain.id/r/16893/mendikbud-nadiem-menyebut-angka-bullying-pelajar-indonesia-masih-tinggi (Accessed: October 17, 2022).
Bullying (2022) Wikipedia. Wikimedia Foundation. Available at: https://en.wikipedia.org/wiki/Bullying (Accessed: October 17, 2022).
2021-2022, K. K. N. U. N. D. I. P. T. I. M. 2. (2022, August 10). Bijak Bersosial media Sejak Dini! Mahasiwa KKN Tim II Undip melakukan sosialisasi tentang Pentingnya menggunakan sosial media Yang Baik Dan Bijak Untuk Menghindari cyberbullying. KKN UNIVERSITAS DIPONEGORO. Retrieved December 4, 2022, from http://kkn.undip.ac.id/?p=320412#:~:text=Pejuang%2C%20Kota%20Bekasi%20(27%2F,parahnya%20lagi%20di%20Indonesia%2C%20Jakarta.


Komentar
Posting Komentar